SUNAN MURIA

Sunan Muria

Link Ringkasan Materi Sunan Muria Klik di sini

Link Tugas Ke-NU-an Materi Sunan Muri Klik di sini


Materi Bacaan

1. Riwayat Hidup

Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said merupakan putra kandung dari Raden Mas Syahid (Sunan Kalijaga) dengan Dewi Saroh dan merupakan cucu dari Syekh Maulana Ishaq (Sunan Giri). Menikah dengan  Dewi Sujinah, putri Sunan Ngudung dan kakak kandung Sunan Kudus. Sehingga Sunan Muria merupakan adik ipar dari Sunan Kudus.

 

Dikenal dengan Sunan Muria karena beliau berdakwah di sekitar Gunung Muria dan tinggal di salah satu puncaknya yang bernama desa Colo kecamatan Dawe, 18 Km sebelah utara kabupaten Kudus. Dalam versi lain dikatakan bahwa kata “Muria” sering diidentifikasikan dengan nama sebuah bukit di palestina yang bernama Moriah. Di bukit inilah, nabi Daud dan nabi Sulaiman membangun tempat ibadah. Kisah ini memberikan inspirasi Raden Umar Said sehingga menamakannya dengan Gunung Muria. Dikarenakan belum ada bukti sejarah yang menunjukkan kapan Sunan Muria lahir dan wafat, maka diperkirakan lahirnya abad ke-15 dan wafat pada abad ke-16.


Sebagaimana ayahnya, Raden Umar Said berdakwah dengan menggunakan pendekatan yang halus dan penuh kebijaksanaan. Pendekatan kesenian pun dilakukan supaya lebih dekat dengan masyarakat. Seperti mempertahankan Gamelan dan wayang sebagai media dakwah paling digemari. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan, pelaut, dan rakyat jelata.

 

2. Ajaran

Strategi yang diterapkan oleh Sunan Muria nampaknya berhasil di hati masyarakat. Melalui pendekatan kesenian dan kebudayaan inilah tradisi-tradisi yang berbau klenik seperti membakar kemenyan, dapat diberi ruh keislaman. Lambat laun masyarakat meninggalkan tradisi-tradisi lama dan mulai hidup baru dengan ajaran yang disampaikan oleh Sunan Muria.

 

Ajaran-ajaran Sunan Muria  hanya sedikit yang dapat diketahui. Meski begitu ajaran di bawah ini merupakan ajaran lisan yang diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga dan para santri-santrinya. Ajaran-ajaran tersebut adalah:

Owah gingsiring kahanan iku saka karsaning Pangeran kang Murbeng Jagad

Ora ana kesakten sing madhani papesthen, awit papesten iku wis ora ana sing bisa murungake

Bener kang asale saka Pangeran iku lamun ora darbe sipat angkara murka lan seneng gawe sangsaraning liyan

Ing donya iki ana rong wara sing diarani bener, ya kuwi bener mungguhing Pangeran lan bener saka kang lagi kuawasa


3. Peninggalan

a. Makam Sunan Muria

Makam Sunan Muria berada di Lereng Gunung Muria yang berada pada ketinggian 845,41 mdpl. Untuk menempuhnya membutuhkan perjuangan khusus karena jarak tempuhnya kurang lebih 750 m. itupun harus ditempuh dengan jalan kaki menaiki trap-trap (undhagan) dari beton. Bagi peziarah yang tidak mampu menapakinya terdapat "Ojek Muria", tukang ojek yang siap mengantarkan peziarah menuju makam. Luas kompleks makam sekitar 4,75 ha.

b. Masjid Sunan Muria

Lokasi Masjid Sunan Muria masih berada di area makam Sunan Muria. Sehingga untuk menuju masjid sama dengan menuju ke makam.

c. Tembang Macapat Sinom dan Kinanti

Tembang Sinom terdiri atas 9 baris guru wilangan dan 8/i, 12/a. Biasanya tembang ini menampilkan suasana yang menyentuh hati.

Contoh tembang Sinom :

Sang Prabu prapta Blambangan (8/a)

Kendel margi pinggir beji (8/i)

Ratu Agung Binanthara (8/a)

Nyakrawati mukti sari (8/i)

Mangkya nahen prihatin (7/i)

Rekasa ing tindakipun (8/u)

Kang munggeng ngarsanira (7/a)

Dasih tebih datan tebih (8/i)

Sabdapalon Nayagenggong gegujengan (12/a)


artinya :

Seri Baginda (Brawijaya) tiba di Blambangan

Berhenti di jalan beristirahat di dangau Raja

Agung sebagai Dewa Penguasa dunia dan bebahagia

Sekarang menanggung sedih

Sulit dalam perjalanan

Yang duduk di depan beliau

Abdi kekasih tidak jauh

Sabdapalon dan Nayagenggong sedang bersenda gurau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOKUMEN PKKM 2025 MI MA'ARIF 11 PUCUNG KIDUL

NOTULEN RAPAT PENYUSUNAN EDM 2021 DAN RKAM 2022

NOTULEN RAPAT PERSIAPAN ANBK 2021