SEJARAH NAHDLATUL ULAMA
SEJARAH NAHDLATUL ULAMA
Nahdlatul Ulama adalah organisasi berpaham Ahlussunah wal jamaah yang
biasa disingkat Aswaja. Arti Aswaja yaitu mengikuti Sunnah nabi dan Jamaah.
Jamaah artinya Jama’atus Sahabah (Sahabat Nabi), Tabi’in (Murid para sahabat
Nabi) dan para ulama.
Ahlussunah wal jamaah selain berpegang teguh pada Al Qur’an dan Hadits
juga berpegang teguh pada Ijma’ dan Qiyas. Ijma’ artinya kesepakatan para
ulama, sedangkan Qiyas artinya menyamakan hukum suatu masalah yang belum
diketahui hukumnya dengan masalah lain yang sudah diketahui hukumnya
Sebelum NU berdiri terjadi pembongkaran makam para sahabat Nabi di
Makkah bahkan Makam Nabi-pun akan dihancurkan oleh raja Saudi Arabia yang
bernama Abdul Aziz Ibnu Sa’ud yang berpaham Wahabi.
Tepatnya di kediaman KH. Abdul Wahab para ulama membuat sebuah komite
yang bertugas untuk mengatasi radikalisasi pemerintahan Ibnu Sa’ud yang diberi
nama “Komite Merembuk Hijaz” atau Komite Hijaz yang diketuai oleh Kiai Abdul
Wahab dan atas restu dari KH. Hasyim Asy’ari.
Komite Hijaz ini yang akan menjadi cikal bakal berdirinya NU yang
berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 M.
Tujuan berdirinya NU antara lain:
1.
Memurnikan
pemahaman syariat Islam
2.
Mempersatukan
umat Islam
3.
Mewujudkan
rasa tanggung jawab terhadap dunia Islam
4.
Mengusir
penjajah
Komentar
Posting Komentar